konsep
Kawasan Hayam Wuruk Residence sangat memperhatikan aspek penataan lingkungan dan kenyamanan sehingga setiap rumah memiliki posisi yang strategis membentuk sebuah complex yang sangat menjaga privacy.
1. KONSEP KAWASAN
Dengan tag line “The City’s Green Oasis”, maka HWR ingin dihadirkan sebagai sebuah ‘oasis’ di tengah kepadatan kota Denpasar. Oasis sendiri adalah sebuah ‘mata air’ di padang pasir. Kalau diterjemahkan di kawasan Hayam Wuruk Residence, mata airnya adalah kehijauan kawasan yang memberi kesejukan bagi penghuni dan warga kota lainnya.
Konsekuensinya adalah suasana resort yang hijau harus nampak dan terasa. Maka lansekapnya akan diolah menjadi “Balinese tropical garden” dimana jenis tanaman maupun komposisi gubahan/pengolahannya akan berkesan sangat artistic sekaligus alami/natural. Termasuk di dalamnya menghadirkan jenis pohon asal bali yang sudah langka. Elemen air (kolam, fountain) juga hadir mulai dari pintu gerbang hingga rumah2 tinggalnya.
Untuk membantu memahaminya, dapat dibayangkan seperti pada hotel atau resort tropis yang berada di Bali
2. KONSEP ARSITEKTUR
a. Umum:
Arsitektur bangunan/rumah2 pada kompleks HWR mengacu pada konsep ‘tropical modern architecture’ (arsitektur tropis modern); dg ciri utama sbb:
- penggunaan atap miring
- adanya overstek (tritisan atau perpanjangan atap)
- penerusan ruang luar (taman) ke dalam interior (pada ruang keluarga atau ruang tamu)
- adanya pencahayaan alami semaksimal mungkin (bukaan jendela yang besar/lebar, adanya skylight di atas ruang tangga)
- adanya pengaturan sirkulasi udara alami yg cukup baik (prinsip cross ventilation) bila tidak sedang menggunakan AC
- Penggunaan material bangunan yang natural: batu2 alam (batu bongkah /batu kali atau andesit dan batu paras karang asem), kayu utk pool deck dan kusen2.
- warna eksterior bangunan juga diusahakan masih satu tone/kelompok warna, yakni earth-colour. (warna tanah)
- unsur air : selain ada pada swimming pool, setiap rumah juga memiliki kolam (reflecting pool) di bagian entrance rumah, yg menyatu dengan dinding ornamental
- Modern : semua unsur2 di atas tsb, diolah dengan prinsip modern; seminim mungkin detail yg tidak perlu (list profil atau ukiran), pembauran ruang sehingga flexible (ruang keluarga menyatu dg ruang makan dan pantry), proporsi jendela atau pintu atau bidang2 dinding eksterior yg tidak menggunakan skala arsitektur tradisional, karena ingin menghadirkan kenyamanan yang lebih.
b. KHUSUS
Selain itu, mengingat lokasinya yg berada di Denpasar/Bali, maka arsitek berusaha memberi sentuhan local, supaya keberadaannya lebih ‘membumi’, yaitu melalui penggunaan:
- Dinding ornamental (membatasi taman di depan dg area private /taman dalam) dari susunan batu bata merah khas bali, yang disusun sedemikian rupa sehingga menjadi elemen artistic.
- Elemen dinding ornamen bata merah ini juga yg menjadi pengikat (benang merah) bangunan2/rumah2 yg ada. Jadi walaupun bentuk /ukuran berbeda, tetap ada satu kesatuan.
- Ornamen pot ukir di depan, dengan ukiran khas yg terasa sentuhan bali nya.
- Adanya ruang utk penempatan pelinggih di ruang /taman belakang maupun di depan rumah (tergantung arah hadap rumah)